Fasilitator Dibekali Kompetensi, Program MBG Kian Berkualitas

0
Medan, infosergai.com - Koordinator Center of Excellence (CoE) IPB University, Erika Budiarti Laconi, menegaskan pentingnya peran fasilitator dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) tingkat regional Sumatera yang digelar di AIHO Hotel Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (3/3/2026).

Menurut Erika, pelatihan Standar Gizi dan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan SPPG serta Implementasi dan Edukasi Program Makan Bergizi Gratis ini, menjadi fondasi utama dalam membangun sistem penyediaan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

“TOT ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan gizi yang terstandar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari enam provinsi di Sumatera, yang berasal dari unsur dinas kesehatan, pendidikan, serta penjamah pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Erika menuturkan, para peserta TOT diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menularkan pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama pelatihan.

“Para fasilitator inilah yang nantinya memastikan program MBG berjalan sesuai standar, aman, dan berdampak nyata bagi anak-anak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring kerja lintas sektor agar pelaksanaan program dapat berjalan selaras dengan kondisi lokal tanpa mengabaikan standar nasional.

Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN) Suardi Samiran, mengatakan, TOT ini dirancang untuk memastikan transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan hingga tingkat operasional.

“Pelatihan ini menjadi sarana harmonisasi pemahaman dan standar di seluruh provinsi di Sumatera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, modul pelatihan yang disusun bersama kementerian dan lembaga terkait menjadi pedoman teknis dalam mendukung pelaksanaan MBG secara profesional dan akuntabel.

Dikesempatan yang sama, Chief of Nutrition UNICEF Indonesia, Mamadou NDiaye, menyampaikan,  program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Gizi yang baik mendukung pembelajaran, kesehatan, dan produktivitas anak. Program yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang terlatih dan berkomitmen,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pelatih memegang peran strategis dalam menjaga standar keamanan pangan, kebersihan, serta sistem pemantauan di lapangan.

Sedangkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P/P2KP)  Dinas Kesehatan,  Novita Rohdearni Saragih, menyatakan, MBG merupakan proyek strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang disusun bersama Bappenas.

Hingga awal Maret 2026, Sumatera Utara telah membangun lebih dari 1.100 unit SPPG yang tersebar di 33 kabupaten/kota dan menjangkau jutaan penerima manfaat.

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah unit, melainkan dari kualitas layanan yang diberikan.

“Kualitas pelaksanaan di lapangan menjadi penentu utama keberhasilan MBG,” tegasnya.

Selain aspek produksi dan distribusi makanan, pelatihan ini juga menekankan pentingnya edukasi gizi di satuan pendidikan. 

Peserta dibekali materi tentang gizi seimbang, kebiasaan hidup bersih, serta pemilihan makanan sehat bagi anak.

“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman, bergizi, dan layak. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan TOT regional Sumatera ini, dapat diimplementasikan secara konsisten di daerah serta mampu menjadi contoh penerapan standar gizi dan keamanan pangan yang terukur, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan Program MBG secara nasional
Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default