AS dan Indonesia Berhasil Bongkar Jaringan Phising Global

0

             foto:Kedubes AS Jakarta

Jakarta, infosergai.com – Kantor Cabang Biro Investigasi Federal (FBI) di Atlanta dan Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Polri) telah berhasil menyelesaikan penyelidikan bersama yang berlangsung selama beberapa tahun, yang berujung pada operasi pembongkaran jaringan phishing global yang canggih. 

Penyelidikan siber bersama yang pertama kali dilakukan antara Amerika Serikat dan Indonesia ini secara khusus menargetkan pengembang perangkat phishing terkenal “W3LL”. Pengumuman operasi tersebut diungkapkan dalam konferensi pers di Direktorat Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Rabu, 22 April.

Kepala Agen Khusus FBI Atlanta, Marlo Graham, menyatakan, “Ini bukan sekadar phishing—ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap. Dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam dan luar negeri, menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi masyarakat.” Amerika Serikat sangat berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keahlian dan komitmennya dalam upaya bersama ini.

Operasi tersebut berhasil mengamankan tersangka pengembang, yang diidentifikasi sebagai G.L., oleh Polri, serta pelaksanaan surat perintah penggeledahan yang berujung pada penyitaan aset dan perangkat keras yang berisi bukti terkait ribuan target di seluruh dunia.

Infrastruktur phishing tersebut didukung oleh sebuah pasar daring yang dikenal sebagai W3LLSTORE. Antara 2019 dan 2023, pusat perdagangan ini memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun yang diretas dan akses sistem tanpa izin. 

Hanya pada periode 2023 hingga 2024, perangkat phishing tersebut digunakan untuk menargetkan lebih dari 17.000 korban di hampir setiap benua. Secara total, pengembang perangkat phishing W3LL memfasilitasi pencurian ribuan kredensial akun dan mencoba melakukan transaksi penipuan senilai lebih dari $20 juta (sekitar 350 miliar Rupiah) di seluruh dunia.

“Keberhasilan operasi ini berkat kerja sama yang terkoordinasi antara penyidik siber dari FBI Atlanta, Bareskrim Polri, dan Kepolisian Nusa Tenggara Timur (Kupang),” kata Perwakilan FBI Robert Lafferty dalam konferensi pers di Markas Besar Polri pada Rabu. 

“Sementara FBI memantau jejak digital dan melacak aliran dana di Amerika Serikat, Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk melacak dalang operasi tersebut dan mengumpulkan bukti digital yang penting.”timpalnya.

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default